The Unlimited Starterpack (2)
Seperti hikmah yang Allah ajarkan kepada Luqman, “Bersyukurlah kepada Allah! Dan barangsiapa bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya dia bersyukur untuk dirinya sendiri, dan barangsiapa tidak bersyukur (kufur), maka sesungguhnya Allah Mahakaya, Maha Terpuji” (QS Luqman : 12)
Dengan bersyukur, hati akan menjadi lapang. Masalah kecil akan sangat mudah untuk diselesaikan, sedangkan masalah besar akan terasa seperti masalah kecil. Bukankah itu yang kita inginkan? Tidak membesar-besarkan masalah kecil, namun tidak mengganggap sepele masalah besar. Istilah lapang dada dapat kita gambarkan seperti luasnya padang rumput yang mungkin saja ditengahnya terdapat sedikit pohon yang gersang. Padang rumput itu adalah hati kita, sedangkan pohon yang gersang adalah secuil masalah yang menghampiri. Namun akan ada saatnya pohon gersang itu tumbuh subur kembali. Jadi... jangan khawatir yaaa, sebab semua akan baik-baik saja 😊
Dengan bersyukur, hari-hari yang kita lalui akan menjadi sangat sejuk, indah, dan menentramkan. Bagaimana tidak? Jika kita memahami arti bersyukur yang sesungguhnya, maka kita akan tetap tenang dan percaya sepenuhnya pada Allah. Bahwa Allah telah menetapkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dan bahwasanya nyawa seseorang tidak akan dicabut sebelum semua rezekinya terpenuhi. Maka dari itu, tak sepatutnya rasa dengki menguasai isi hati, sebab rezeki kita akan tetap sampai, sejauh apapun itu.
Dengan bersyukur, semua ibadah akan menjadi lebih khusyu’ penuh kenikmatan. Alangkah bahagianya seseorang yang mampu bersyukur kemudian ia bertawakkal, menyerahkan segala urusan kepada Sang Pemilik Alam. Kemudian tidak menjadikan dunia sebagai tujuan utama, serta sejenak melupakan dunia saat melaksanakan shalat, sehingga konsentrasinya penuh dalam menyelami ayat demi ayat yang ia lantunkan. maasyaaAllah, mungkin shalat seperti inilah yang sesungguhnya akan mengisi kekosongan jiwa. Kalimat “Allahu akbar (Allah Maha Besar)” menghujam kuat didalam hatinya dan menjelma menjadi akhlaqul karimah kepada Tuhan dan sesama.
Dengan bersyukur, maka bersiaplah menyambut kehidupan gemilang yang penuh kebahagiaan. Sebab, ketika rasa syukur mendominasi dalam hati, maka kita dapat melihat segala hal dari sisi positif. Termasuk melihat, memandang, dan menempatkan diri kita sendiri. Seringkali kita mudah memuji orang lain, namun kita tak boleh lupa bahwa mengapresiasi dan membahagiakan diri sendiri juga penting. Untuk apa? Untuk kebaikan kita semua. Hey! Banyak orang kecil yang membutuhkan potensi besarmu untuk mengalahkan mereka -orang-orang besar yang menyalahgunakan ilmu pengetahuan karena kerakusannya sendiri-. Maka bersyukurlah atas segala yang ada hingga potensi besar itu dapat terlihat dan dikembangkan secara optimal.
Salah satu doa yang mungkin bisa kita panjatkan untuk memohon rasa syukur ialah :
رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي
أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ
وَأَدْخِلْنِي بِرَحْمَتِكَ فِي عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ
Artinya: “Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap
mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugrahkan kepadaku dan kepada dua orang
ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai dan masukkanlah
aku dengan rahmat-Mu kedalam golongan hamba-hamba Mu yang saleh” (Q.S. An-Naml:
19)

Komentar
Posting Komentar