Bekal untuk Kembali


Allah mencipta bukan tanpa makna. Dia menitipkan banyak misi besar diatas pundak manusia, sang khalifah di bumi-Nya. Ada banyak memori yang Allah titipkan agar seorang hamba dapat berkarya sesuai dengan minat dan bakat yang ia punya. Walau, tak sedikit pula diantara mereka yang terus bertanya akan potensi apa yang dapat dijadikan nyata. Mari kembali menyatukan kisi, bahwa kita hanyalah pemeran dalam dunia non fiksi, dan Allah adalah penulis skenario terbaik dalam setiap detik. Maka, tidak maukah kita kembali sepakat dalam firman-Nya yang satu ini? “Maka orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka memperoleh ampunan dan rezeki yang mulia” {QS Al-Hajj:50}.

Bicara tentang kehidupan bukanlah hanya bicara tentang dunia, namun lebih jauh dari itu. Sebab, dunia hanyalah tempat kita menanam kebaikan sebanyak-banyaknya dan tak lebih dari ke-fana-an belaka. Akan ada hari dimana dunia habis tak tersisa, langit akan lenyap, gunung-gunung akan hancur, bintang-bintang akan berjatuhan, bahkan manusia seperti laron yang beterbangan. Dahsyat, bukan? Tentu tak berhenti disitu, kelak kita akan beranjak menuju padang mahsyar untuk dikumpulkan, lalu ditimbang amal baik dan buruk setiap insan. Luar biasa! Maka beruntunglah bagi orang-orang yang beriman dan tak pernah lelah dalam melakukan kebaikan yang diiringi dengan rasa ikhlas semata karena mencari ridha-Nya.

“Dan orang-orang yang berhijrah dijalan Allah, kemudian mereka terbunuh atau mati, sungguh, Allah akan memberikan kepada mereka rezeki yang baik (surga). Dan sesungguhnya Allah adalah pemberi rezeki yang terbaik” {QS. Al-Hajj:58}.

Allah adalah sebaik-baik muara pengharapan. Saat tekad sudah membulat, seakan Allah selalu meyakinkan setiap hamba, bahwa kembalilah bertawakkal “pada-Ku”, bukan bertawakkal pada “ikhtiarmu”. Lagi-lagi, mental tauhid harus selalu kita perbarui setiap saat, satu diantaranya adalah bahwa kita hanya makhluk yang penuh ketidaktahuan, jika dibandingkan dengan Allah yang Maha Tahu, maka jangan sampai kita merasa seakan-akan lebih tahu daripada Allah. Termasuk saat berdoa. Yakinlah, bahwa setiap doa sudah Allah kabulkan dengan waktu dan tempat yang telah Ia tentukan. Jika doa itu belum terwujud di dunia, maka di akhirat kelak kita akan melihat tumpukan doa yang belum sempat Allah kabulkan selama di dunia. So, yuk kita hilangkan seluruh keraguan kita kepada-Nya, terutama saat berdoa J. maasyaaAllah.

Mari kita buka lembaran baru atas banyaknya ke-absen-an kita dalam mentafakkuri dan mensyukuri segala nikmat yang telah Allah beri. Yakinlah, saat kita berniat untuk memperbarui taubat dan menjadi lebih baik, Allah akan membuka pintu rahmat-Nya, menyambut kita penuh gembira, serta menyiapkan kejutan terbaik didepan sana. Maka, penuhilah segala seruan-Nya dengan hati yang ikhlash, pasanglah strategi dengan doa yang selalu mengiringi, dan tetaplah berada dalam kebaikan hingga malaikat menjemput untuk pulang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mendidik, Adalah Amanah Besar yang Dititipkan di Pundak Seorang Guru

Journey w/ Varicella zoster