Journey w/ Varicella zoster


Bismillah, what i do during isolation because Varicella zoster?

Hai! Ngga pernah terbayang akan cacar di usia yang dewasa ini, karena selama ini aku mengklaim bahwa aku sudah pernah cacar haha, eh ternyata belum pernah. Dan, dengan sangat percaya diri aku biasa sajaa saat berbincang dan kontak langsung dengan seseorang yang teridentifikasi cacar. 

First of all, sebagai seorang introvert, aku bersyukur punya kesempatan untuk stay di rumah selama 14 hari hihi, bagiku kesempatan ini adalah kesempatan emas yang sangat amat sulit untuk didapatkan, sebab aku bisa recharge energiku kembali. Walau.. harus dengan merasakan sakit di tubuh ya hehehe. 

Setelah flashback lebih jauh, ternyata, yap! ini adalah jawaban dari doaku :". Dalam hati memang aku berdoa, "Yaa Allah, aku pingin banget istirahat, setelah semua kerjaan selesai. Istirahat yang bisa full di rumah, tidur nyenyak setelah menyelesaikan pekerjaan ini, karena beberapa pekan ke belakang sama sekali ngga baik kualitas tidurnya." dan apa yang terjadi? eng ing eng... tepat setelah semua pekerjaan selesai, fiks ruam merah ini muncul di wajah dan perut. Tanpa berpikir panjang, pulang kerja langsung ke dokter, dan ternyata benar, terjangkit virus Varicella zoster. Nyatanya, doaku sudah baik, namun belum cukup spesifik untuk menyertakan kalimat "sehat" dalam doa, seharusnya berdoa dengan baik, "aku mau istirahat dalam keadaan sehat wal afiyat ya Allah".

Oke, our journey begin! :) 

Selama isolasi ini, yang aku lakukan adalah :

1. Mengafirmasi diri bahwa semua akan baik-baik saja, rasa sakit pasti akan datang, namun insyaaAllah ia juga akan pergi. Mengafirmasi diri, bahwa meski kelihatannya aku sendiri, namun Allah tidak pernah membiarkanku merasa sendirian dalam menghadapi semua ini. Salah satunya, selalu ada pesan masuk dari guru yang mendoakan di setiap pagi. Iya, beliau selalu mengirim whatsapp di pagi hari, "assalamualaykum. smg selalu dlm lindungan Alloh swt,aamiin yra,trims". MaasyaaAllah :)

2. Merawat diri yang sedang drop-dropnya, selain ruam disertai bendungan air, ternyata juga merasakan sakit kepala hebat, sesak nafas sebelum ruam muncul, demam beberapa hari, gatal, sembilangan, diare, dan tentunya hal-hal yang tidak nyaman lain hihi. cukup complicated yaa. Karena sedari awal sudah di warning sama dokter untuk naikkan imun dan jaga kebersihan, akhirnya aku bener-bener untuk rutin mengusahakan mandi sesuai jadwal, pakai cairan antiseptik, air hangat, dan dengan saaangat pelan-pelan. Juga ngga lupa, rutin rendam baju kotor dalam air panas sebelum dicuci.

3. Minum obat teratur. Biasanya suka ngeyel dan lalai untuk minum obat sesuai dgn resep dokter. Tapi kali ini berbeda! saking mau sembuhnya, bener-bener nurut untuk minum obat lima kali sehari, jadi setiap lima jam harus minum obat, bahkan di jam 1 dan jam 3 dini hari. Karena obatnya pun sangat besar-besar, berusaha untuk rutin minum air mineral sesering mungkin supaya ginjal tetap sehat yaa :).

4. Makan yang banyak! Jangan lupa, yang termasuk kategori makan banyak ini adalah makan sehat yaa huhu. Sebisa mungkin makan real food supaya imun segera naik. misal : air kelapa ijo, segala macam buah dan sayur, serta karboo :). Apa aja yang ada, pokoknya makan! hehe biar segera pulih dan bisa beraktivitas seperti biasa.

5. Self talk. Saking merasa shocknya dengan penampakan cacar, pada akhirnya mencoba self talk dengan diri sendiri sambil senyum di depan kaca, "it's oke ya, insyaAllah cacar ini akan segera sembuh, semoga Allah menyembuhkanmu dengan kesembuhan terbaik. Kalau kamu ridha, insyaaAllah, Allah juga ridha, tapi kalau kamu murka.. Allah juga berhak untuk murka. Semoga Allah mampukan dan pantaskan kamu untuk mencapai 'salaamun 'alaikum bimaa shabartum' "

6. Menyibukkan diri. Karena cuma bisa beraktivitas di kamar, but it's ok, bagi seorang introvert, ini adalah anugerah yang luar biasa :). Momen ini sangat dimanfaatkan untuk bisa mengenal diri sendiri lebih dalam, dengan journaling, melakukan refleksi kehidupan, dan aktivitas lainnya supaya ngga boring, yaitu mewarnai dan nonton komedi :). Dann.. jangan lupa berdoa untuk memohon pertolongan Allah dan kasih sayang-Nya yaa. :)

7. Memandang tingkah lucu keluarga dan sahabat yang nganter makanan, serta memandang bunga yang bermekaran dari dalam jendela. Ini bener-bener unik. It feels like, I'm a Rapunzel now! haha. Bangun tidur buka jendela dan memandangi bunga-bunga anggrek di depan kamar yang sedang bermekaran. Dalam waktu satu pekan, ada yang sudah mekar, namun ada juga yang masih kuncup :). Sekaligus, memandangi orang-orang tersayang yang mengusahakan waktu untuk datang ke rumah hanya sekedar untuk gantungin makanan dan menghibur dari depan pager huhu. Jazaahumullah ahsanal jazaa, hanya Allah yang dapat membalas segala kebaikannya :).

8. Belajar arti kehidupan lebih baik lagi. Isolasi ini sangat mengajarkan aku banyak hal yang tidak bisa aku utarakan disini :). Tapi.. semoga, Allah mampukan kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih bermanfaat dari hari ke hari, aamiin yaa mujiib.


Akhir kata, semoga Allah sehatkan selalu jasmani dan ruhani kitaa, aamiin yaa Rabb

Salam sehat untuk semuanya.. :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mendidik, Adalah Amanah Besar yang Dititipkan di Pundak Seorang Guru