Kehilangan seorang ibu, bukanlah satu hal yang mudah bagi anak, apalagi bagi anak yang sangat terbangun bounding dengan ibunya. Berat sekali rasanya, ada banyak beban yang seketika bertambah. Sekarang, sang anak semakin menyadari bahwa ibunya adalah sosok yang hebat, yang dapat membawa suasana rumah menjadi penuh kehangatan dan kedamaian, walaupun dunia luar sebegitu mencekamnya. ia semakin sadar, bahwa peran itu hanya dapat dijalankan oleh pribadi yang Allah hebatkan. 


Sejak ibu pergi, anak yang dulu memiliki tempat nyaman, tempat aman, bahkan tempat bersandar, kini menjadi tidak stabil. Kehidupannya sudah sangat sempurna, namun kehilangan orang yang dia cinta sangat membuatnya terpukul, kecewa pada keadaan, dan cukup sulit untuk pulih dan bangkit kembali. Walaupun ia selalu berusaha untuk bangkit, menyusun kembali aksi nyatanya, dan berusaha bertahan walau tak mudah, namun ia tetap saja manusia, yang penuh naik dan surut semangatnya.

Jelas ini tidak mudah, dan kamu ngga salah kalau kamu harus merasa terpukul...

Tapi yakinlah, Allah Maha Adil. Betapa Maha Adilnya Allah, sehingga Allah tidak pernah membiarkan bumi selamanya menjadi siang, atau bumi selamanya harus hujan, atau bumi selamanya harus kekeringan. Allah lah yang menggulirkan setiap pergantian. 

Ia mengganti malam dengan siang, mengganti pagi dengan petang, mengganti pasang dengan surut, mengganti kemarau dengan penghujan, bahkan Ia mengganti luka menjadi bahagia.

Semua hanya perlu waktu...

Dan Allah telah menentukan kapan waktu bahagia itu akan tiba...


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mendidik, Adalah Amanah Besar yang Dititipkan di Pundak Seorang Guru

Journey w/ Varicella zoster