The Unlimited Starter Pack (1)
Mari berkaca pada sebuah pertanyaan, “Bukankah sebagai muslim yang baik itu pantang menjadi beban bagi orang lain?” Sebuah pertanyaan pelik yang mungkin akan membuat kita berpikir kembali, “Bagaimana track record kita sejauh ini, apakah lebih banyak meringankan, atau justru memberatkan beban orang lain?”
And I sure, we’ll do our best in all condition. Walaupun terkadang kita “butuh waktu” untuk memahami medan, sehingga membutuhkan pula bantuan pihak lain. Mungkin terkadang kita juga sedikit mengeluh dengan medan yang ada. Entah karena aspek sosial, kurangnya kerjasama, kurang kuatnya ikatan emosional satu sama lain, dsb.. Atau bahkan ketika kita sudah merasa lelah dalam menjalankan tugas secara berkelompok, sehingga membuat usaha kita menjadi kendor dan membiarkan teman meraih tujuan kelompok dengan seorang diri. Percayalah, jika itu yang kita lakukan, ia pasti akan merasa terberatkan dan berkata didalam hatinya, “Kembali!, temani aku meraih tujuan ini.”
Mungkin barangkali ia pun sama, merasa lelah seperti kita, dengan segudang pekerjaan di tempat yang berbeda-beda. Tetapi dengan bekal “Unlimited Starter Pack”, ia tetap berdiri dalam pijakan yang telah ia pilih. Walau angin berhembus kencang berusaha menggoyahkan pijakannya, bahkan badai datang mengusik, atau walau ia harus mundur selangkah demi maju seribu langkah. Dahsyat bukan? Betapa kuat komitmennya terhadap apa yang ia pilih.
Bicara Unlimited Starter Pack, setiap orang pasti punya pandangannya tersendiri tentang topik ini. Bagi penulis, Unlimited Starter Pack dalam melintasi cakrawala ialah: ikhlas, syukur, dan sabar.
Ingat? Ketika kita meminta kepada Allah untuk diberikan rasa cinta, Allah justru mendatangkan orang-orang yang bermasalah. Ini bukan berarti Allah mempersulit keadaan kita. Tapi liat deh, ini cara Allah yang luar biasa untuk menumbuhkan rasa cinta secara alami didalam hati hamba-Nya. Bahkan rasa cinta tersebut akan mengakar kuat didalam relung jiwa seorang manusia, karena didapatkan dati perpaduan doa yang melangit dan usaha yang membumi. Tentunya dengan catatan ketika seorang hamba menerima dengan ikhlas, menjalankannya penuh sabar dan menerimanya dengan rasa syukur. Dengan kesabarannya, ia akan memahami bahwa Allah akan lebih dahulu memberi apa yang ia butuhkan, bukan apa yang ia inginkan.
Ingat juga? Ketika kita meminta keteguhan hati. Tentu tidak serta merta setelah berdo’a, Allah langsung memberikannya untuk kita. Hehe, emang kita siapa ya? Hamba yang ma’shum (suci dari dosa) pun bukan :). Tapi temen-temen, liat deh, setelah doa itu rutin kita panjatkan ke Allah -dengan hati yang tulus-, ga jauh setelah itu pula akan datang satu per satu bahaya yang harus kita atasi.
See? Dengan kejadian itu, kita akan tau bagaimana menjadi seseorang yang memiliki keteguhan hati, untuk mengarungi luasnya hamparan dunia dengan penuh keikhlasan dan penuh rasa syukur. Kemudian, kita akan melihat juga, bahwa datangnya permasalahan merupakan cara Allah dalam menguatkan dan mencintai hamba-Nya. Bisa jadi jika tidak diberi masalah, seorang hamba akan lupa, “Menuju siapa ia akan bermuara? serta persembahan terbaik apa yang akan ia berikan untuk Tuhan alam Semesta?”
So, menjadi pribadi anggun yang berjalan dengan bermodalkan ketiga unsur unlimited starter pack, seorang manusia perlahan akan menemukan titik ketenangan yang selama ini ia cari. Agar dapat menjadi mukhlish (orang yang ikhlash), ia akan berusaha mencari ilmu hingga liang lahat. Bukan semata-mata ingin menguasai dunia, namun ia ingin memahami hakikat penciptaan langit dan bumi dengan penuh rasa syukur pada Ilahi. Rasa ikhlash mengantarkannya pada sebuah rasa, dimana yang ia lakukan semata-mata hanya karena memenuhi kehendak dan cintanya kepada Allah subhaanahu wata’aalaa. Rasa ikhlash jua lah yang dapat menjadikan amalan ibadahnya semakin berkualitas, mengucapkan takbir penuh makna, dan menjadikan secuil kebaikan jauh lebih berharga.
To be continue...

Komentar
Posting Komentar